WAWASAN KEBHINEKAAN GLOBAL ( WKG ) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Senin, 22 Januari 2024
- Artikel Dan Puisi
- Syahruni Ningsih, S.Pd
- 0 komentar
Wawasan Kebhinekaan Global ( WKG ) Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Oleh :
NAMA:HUSRIAH, S.Pd
INSTITUSI: SMPN 1 MALUNDA
- PENDAHULUAN
Wawasan Kebhinekaan Global ( WKG ) untuk para guru yang sedang melaksanakan Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang dengan pemateri Drs. Pidekso, M.Pd dan Dr. Sulistyorini, S.S,M.Hum serta dosen pembimbing Dr. Martutik, M.Pd dan Ibu Wahyu Andayani pada hari Minggu , 15 Januari 2024, dari pukul 07.00-18.00 WIB. kegiatan tersebut dilakukan secara daring.
Para guru Bahasa dan Sastra Indonesia diperlukan belajar mengenai Wawasan Kebhinekaan Global mengingat Negara Indonesia adalah Negara yang majemuk. Dapat dibuktikan dengan keanekaragaman suku, budaya, bahasa dan agama. Kegiatan ini sangat penting walaupun dalam pelaksanaannya secara daring. Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan keakraban antara mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan dosen.
- ISI
Tujuan melaksanakan Wawasan Kebhinekaan (WKG) ini yaitu bisa membekali para guru untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan nyaman dalam proses belajar. Bebas dari tindakan diskriminasi, bentuk tindakan kekerasan, intoleransi serta lingkungan yang mendukung untuk bisa tumbuh kembangkan anak baik secara psikis maupun fisiknya. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi terhadap hal tumbuh kembangnya anak. Ketika lingkunganya mendukung, maka perubahan perilaku anak akan menjadi kearah yang lebih baik. Bentuk bimbingan terhadap anak tidak terbatas pada sisi akademik tapi tak kalah penting dari sikap dan prilaku.
Jadi program Wawasan Kebhinekaan (WKG) dilakukan dengan tujuan merawat dan memperkuat berbagai keberagaman, menghargai berbagai nilai perbedaan serta dapat memupuk budaya saling sapah dan menjunjung tinggi berbagai keberagaman di lingkungan sekolah. Dalam hal ini kita selalu mempraktikkan nilai-nilai keberagaman dan toleransi di lingkungan sekolah ataupun di dalam kelas. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan menghargai orang lain atau terhadap sesama di lingkungan sekolah, saling membantu, menghindari perundungan serta tidak membedakan teman dari latar belakang yang berbeda.
Topik yang dibahas terdiri dari 5 hal, yaitu: 1) Kebhinekaan Global/ Dunia Yang Berwarna, 2) Indonesia Yang Harmoni, 3) Damai Dimulai Dari Dalam Diri, 4) Sekolahku Bhineka, 5) Sekolahku Yang Damai. Dalam pembahasan 5 topik tersebut, selalu ada aktivitas dimulai dari dalam diri sendiri, aktivitas permainan, refleksi, konsep mengenai topic yang dibahas, serta penerapan yang akan dilakukan atau sudah dilakukan oleh guru dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah atau masyarakat.
Topik 1 Kebhinekaan Global/Dunia Yang Berwarna membahas: perbedaan dan keberagaman akan membuat dunia makin indah. Memberikan pemahaman” Dunia ini berwarna”. Dalam tahap ini guru mengarahkan siswa untuk membayangkan seandainya seluruh isi dunia ini sama. Guru mengkreasi cara agar siswa dapat mengkomunikasikan hasil dari proses membayangkan jika seluruh dunia sama, melalui hasil refleksi dapat memberikan pemahaman bahwa isi dunia yang berbeda adalah karunia atau kehendak Tuhan YME. Agar saling melengkapi dan saling berkolaburasi sehingga dunia tidak membosankan. Permainan mayoritas dan minoritas. Dalam permainan ini dapat dilakukan dengan berkelompok dengan menanyakan perasaan mereka yang minoritas sebagai gambaran perasaan yang didiskriminasi.
Topik 2 Indonesia Yang Harmoni membahas : keberagaman yang ada di Indonesia. Indonesia adalah Negara yang kaya akan keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa. Dalam hal ini kita mengedepankan prinsip Bhineka Tunggal Ika” Berbeda-bedatetapi tetap satu” agar keberagaman ini tercermin dalam bermayarakat yang hidup berdampingan dengan toleransi, meski tantangan tetap ada. Melalui hasil refleksi pentingnya pendidikan dalam memahami dan menghargai keberagamanyang tak bisa diabaikan. Dengan memasukkan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dalam kurikulum, generasi mudah dapat tumbuh sebagai agen perubahan yang memupuk kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dalam keragaman.
Topik 3 Damai Dimulai Dari Dalam Diri. Membahas : mengajarkan bahwa perdamaian dan harmoni di dunia ini bermula dari tingkat individu. Kedamaian merupakan tujuan utama dari kemanusiaan sekaligus kebutuhan manusia yang paling hakikidan menjadi tanggung jawab semua manusia mencptakan perdamaian di tengah keberagaman. Kedamaian itu erat kaitannya dengan rasa saling mencintai. Melalui hasil refkeksi untuk menciptakan perdamaian harus dilakukan upaya memenuhi rasa keadilan, kesejahteraan dan rasa aman individu dan komunitas.
Topik 4 Sekolahku Bhineka membahas : praktik mewujudkan keberagaman dapat berada di lingkungan sekolah. Dapat direfleksikan bahwa menuntun siswa memahami dan menjaga keberagaman antar teman di sekolah dapat merawat nilai-nilai dan mempraktekannya dalam kehidupan bermayarakat
Topik 5 Sekolahku Yang Damai membahas: Lingkungan sekolah yang aman membuat peserta didik merasa aman. Dapat direfleksikan keragaman budaya, agama dan nilai-nilai yang ada secara Global, Nasional samapai pada tingkat sekolah sehingga meningkatkan kemampuan berinteraksidan bekerja sama antar individu dari berbagai latar belakang budaya, dan mendorong pentingnya toleransi , penghormatan,dan pengakuan terhadap perbedaan sebagai fondasi penting dalam membangun perdamaian di sekolah.
III. PENUTUP
Keberagaman di Indonesia tercermin di dalam Semboyan Bhineka Tunggal Ika” Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Jua”. Keberagaman yang ada di Indonesia bukan untuk terpecah belah tetapi suatu keunikan yang mesti dirawat serta dipertahankan sebagai bentuk Negara yang majemuk dan toleransi. Secara keseluruhan, Indonesia adalah contoh positif kebhinekaan yang dapat menginspirasi Negara-negara lain. Meskipun tantangan mungkin timbul, semangat untuk mempertahankan dan meningkatkan kebhinekaan terus dijaga agar Indonesia tetap menjadi Negara yang harmonis dan bersatu dalam keberagaman.
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia mesti dijunjung tinggi, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung dalam perkembangan setiap individu. Semua itu bisa diawali dari dalam diri sendiri. Karena semua tindakan kejahatan dan kebencian terhadap apapun ituterjadi karena faktor ketidakmampuan manusia untuk mengendalikan sumbernya yaitu hawa nafsu.
Mari jadikan Indonesia bukan soal garis keturunan, atau dari mana kita berasal, yang menjadikan kita Indonesia adalah niat dan upaya kita bersama (Najwa Shihab).